Permata Dunia
,,, seiring obrolan kami, sambil kulantunkan potongan nasyid ini, dan kawanku tercinta berkata “Waduh De’, aku suka sekali nasyid itu sampai liriknya aku tulis lho di buku diary, tapi koq susah ya ngamalinnya..haha…”. dan obrolan kami mengalir kembali.
Memang bener, bukan susah lagi aplikasinya, tapi susaaaah banget,, kalo pesan ukhtiku di Blitar (jazakillah ka, atas inspirasi surat pertamamu), “jadilah kau bagaikan permata sehingga tidak sembarang orang yang akan memilikimu”, Yah sekarang …namanya juga ikhtiar, iya gak??!!
Kawanku menuliskannya di diary, ku coba tuliskan di blog ini, kasetnya ga tau kemana, Alhamdulillah masih ada MP3-nya…hmmmm
Permata Dunia
Sungguh indah permata dunia
Intan mutu manikam
Emas dan berlian
Yang memikat hati
Namun tiada seindah bunga
Wanita sholeha harapan agama
Mencipta rumahnya seindah surga
Menjaga akhlaknya sebening mata
Qona’ah selendangnya dalam rumah tangga
Sejuk dikalbunya
Tunduk pandangnya
Kini aku telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Tuhan
Betapa bahagia hati ini
Bersama karunia dariMu Ilahi
(Suara Persaudaraan : Permata Dunia)
**di perjalanan menuju rumah**